03 Agustus 2011

Sajadah Kebesaran

"Mari luruskan dan rapatkan shaf". Pasti kita sudah hafal kan pesan imam sebelum melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Hal yang sama dilakukan oleh Rasulullah yaitu memerintahkan para sahabatnya untuk meluruskan shaf sebelum shalat. 

Sebagai peserta sholat jamaah taraweh, khususnya di bagian shaf untuk wanita, momen ini selalu bikin hati tersentil. Beberapa dari kita biasanya manut dan segera merapikan shaf shalatnya, lantas sisanya masih ada yang  malas, cuek atau mungkin karena tak tahu makna sang imam tadi. Namun ada pula yang sebenarnya udah tau tapi malas bergeser posisi padahal rongga jarak di sebelahnya bisa muat lagi untuk satu orang dewasa. kenapa malas? bisa jadi, karena malas menggeser sajadah kebesaran miliknya. Atau berjumawa space sholatku ya sesuai dengan space sajadahku. Kata sapa tuh mpok... Yang tragis lagi, banyak kejadian jamaah udah bikin barisan sendiri dengan ngambil posisi ngetem di bagian belakang, ogah beranjak untuk mengisi shaf yang kosong,walopun udah diingatkan berkali-kali,akhirnya barisan sholat bolong-bolong, berongga besar, gemes jadinya.

Coba deh simak lagi haditsnya: 

"Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf itu adalah termasuk kesempurnaan mendirikan shalat." (HR. Al-Bukhari). 

"Rapikan shaf-shaf kalian, sesungguhnya aku melihat kalian dari punggungku. dan hendaklah setiap orang diantara kalian menempelkan bahunya kepada bahu temannya (yang disampingnya) dan kakinya dengan kaki temannya." (HR Bukhari)

Seorang imam tidak cukup hanya dengan mengucapkan “Luruskan shaf kalian!” lalu memulai shalat. Dia harus memastikan shaf makmumnya sudah lurus dan rapat, baru memulai shalat. Namun, terkadang posisi jamaah wanita menjadi terabaikan karena faktor penutup hijab hingga luput dari perhatian imam. 

So, ada baiknya bila pak Imam mulai mengingatkan penglurusan barisan shaf kita mulai  'on' n benahi perlakuan kita,jangan sampe si sajadah indah kebesaran buatan turki yang berukuran jumbo (kurang lebih 60 x 120 cm) milik kita itu malah bisa merusak kesempurnaan shalat dan ibadah kita. Jangan khawatir sajadah cantik kita bakal ilang, atau malah sensi karena kita harus bergeser sajadah kita malah dipake orang lain,reduce your ego..malah pahala berbagi sajadah kan?.Dan yang terakhir, jangan capek ngingetin ibu-ibu dan mbak-mbak yang malas beranjak pindah mengisi shaf yang kosong. Kalau bukan kita siapa lagi? heheee...

Yuk ah, mulai memperbaiki diri dari hal sepele. Mumpung Ramadhan masih di awal, mumpung semangat taraweh masih ada (eitss ampe akhir ramadhan pastinya), dan mumpung si sajadah kebesaran masih setia menemani shalat kita. Loh?. Siap jadi insan bertakwa kan :). 



-manusia fakir ilmu.oryza-

3 komentar:

nophe mengatakan...

kejadian nie smw juga mengalaminya Ja'.

oryza mengatakan...

iye pulak yee..tiap mesjid nampaknye begitu ~~

An Maharani Bluepen mengatakan...

siip..
rapatkan kaki
rapatkan shof