Ahahay.. kungfu Panda aja dukung PKs, kamu???
22 Maret 2009
11 Maret 2009
10 Wasiat Hasan al Banna
- Bangunlah segera untuk melakukan shalat apabila mendengar Adzan walau bagaimana pun keadaannya
- Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur’an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam
masalah yang tidak ada manfaatnya. - Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.
- Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.
- Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.
- Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.
- Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.
- Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya
dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik. - Berta’aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerja sama)
- Pekerjaan Rumah kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.
05 Maret 2009
Futur Akademik ???
Minggu - minggu ini,..
bisa dibilang mingu2 teraneh bagi saya
ntah kenapa,... aura ...semangat kuliah saya lagi hilang
ntah karena disebabkan gagalnya rencana2 dan target yang udah saya susun
atau... gara2 saya sempat depresi perihal ipk semester kemaren yang 'menurun'
ntahlah...................
jadinya... saya lebih sering nongkrong di sekre Kmi tercinta... rumah ke tiga saya....
ntah ngerjain sesuatu di laptop,.... merencanakan sesuatu dengan dua karib saya.. ato sekedar numpang tidur karena kecapekan habis survey... pokok'e sekre... i'm in love deh.
Sekre juga jadi tempat teraman buat nitipin tugas2 dan karya saya... secara.... saya bisa2 bikin ruang pameran aja di sekre gara2 tugas2 dari semester satu dulu belum diambil juga....
dan untungnya lagi... ketika saya lagi futur akademis,.. masih ada sahabat2 saya yang setia ngingetin saya... untunglah saya tak hanya berkutat di gedung kuliah saja, aktivitas2 dakwah kampus jadi sarana pelimpahan kejenuhan saya terhadap kuliah.... fiuh..... i love dakwah...
i love my friends.....
semoga kita2 yang cuma ber tiga ini bisa always istiqomah.... bisa jadi semangat buat teman2 n adek2 kita....Kuntum bunga boleh layu, namun rekahnya bunga-bunga mujahid harus terjaga tetap hadir di sebuah kebun�
(hohoho... akhir2 ini temperamen saya lagi melankolis statis... harap maklum)
Dunia ibarat sebuah terminal
Hanya tempat persinggahan
Bersabarlah hadapi ujian
Tak kan lama kan tinggal �
Hanya tempat persinggahan
Bersabarlah hadapi ujian
Tak kan lama kan tinggal �
(Suara Persaudaraan)
Semangat dakwah... semangat kuliah...................
Kemana semangat Oryza yang dulu ???
27 Februari 2009
10 Ciri Manusia Kreatif
Ada kebiasaan yang memperlambat berpikir, ada pula memperlancarnya. Roger von Oech, lewat bukunya A Whack on Side of the Head, menjelaskan sepuluh kebiasan manusia keratif. Coba cocokkan dengan diri Anda, berapa yang sudahdimiliki dan mana lagi yang perlu ditingkatkan.
1. Suka mencari jawaban kedua
Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan.
Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat.
2. Suka berpikir lunak
Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap
ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap
berbagai ide.
3. Suka menggugat aturan
Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa
suatu aturan dibuat. Mungkin alasan itu tidak relevan ada lagi. Mungkin
sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif.
4. Suka mencoba kemustahilan
Jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil.
Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
5. Toleran terhadap hal dilematis
Dalam kenyataan, sering ide kreatif lahir dari situasi dilematis atau
kepepet. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal, linier
dan pasti.
6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau
gagal. Sesunggguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang
tak didapat bila melakukan dengan benar.
7. Suka humor dan santai
Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi, tapi lebih banyak ide
brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Saat kita santai
dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap
aturan, hal mustahil maupun yang keliru.
8. Suka meninjau dunia luar
Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide.
Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita.
9. Berani berpikir beda
Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Padahal
tekanan organisasi bisa memasung kreativitas. Jadi, berani lah pro terhadap
hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka.
10. Terbuka terhadap gagasan baru
Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri
sendiri. Ingatlah, bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang.
Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah
dipunyai.
Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan.
Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat.
2. Suka berpikir lunak
Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap
ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap
berbagai ide.
3. Suka menggugat aturan
Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa
suatu aturan dibuat. Mungkin alasan itu tidak relevan ada lagi. Mungkin
sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif.
4. Suka mencoba kemustahilan
Jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil.
Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
5. Toleran terhadap hal dilematis
Dalam kenyataan, sering ide kreatif lahir dari situasi dilematis atau
kepepet. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal, linier
dan pasti.
6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau
gagal. Sesunggguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang
tak didapat bila melakukan dengan benar.
7. Suka humor dan santai
Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi, tapi lebih banyak ide
brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Saat kita santai
dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap
aturan, hal mustahil maupun yang keliru.
8. Suka meninjau dunia luar
Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide.
Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita.
9. Berani berpikir beda
Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Padahal
tekanan organisasi bisa memasung kreativitas. Jadi, berani lah pro terhadap
hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka.
10. Terbuka terhadap gagasan baru
Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri
sendiri. Ingatlah, bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang.
Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah
dipunyai.
Aku Rindu Zaman Itu …
Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzon atau menjatuhkan …
Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini …
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba manjadi lagu kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos yang ngepas dan peta tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo …
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzon atau menjatuhkan …
Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini …
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba manjadi lagu kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos yang ngepas dan peta tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo …
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
16 Februari 2009
Pernahkah
Pernahkah ...
merasa jadi orang paling payah???
merasa tidak dihargai ?
Pernahkah.....
merasa tidak pantas
merasa kecewa
Pernahkah...
ya..... saya pernah
barusan saja.....
hahaha.....
saya yang butuh banyak belajar
berjiwa kepemimpinan
bagaimana berkomunikasi yang baik
bagaimana memposisikan orang lain
bagaimana 'menggerakkan' orang lain
bagaimana membuat orang lain nyaman dan terbuka
dan bagaimana bagaimana lainnya......
ntahlah..... saya selalu merasa begini
jika lagi mimpin rapat hehehehe
yah.... apapun itu..............everything coz Allah
untuk semua crew2 divisiku
maafkan ketuamu ini
yang belum bisa membuat kalian nyaman
saya pun membaca raut dan gerak gerik kalian yang selalu resah kapan rapat akan segera berakhir
atau yang selalu diam saja dan tidak berkata apa2
maafkan ketuamu ini
maafkan
maafkan
hehehehe........................
sekedar mengungkapkan perasaan sesaat!!!
everything is ok !!!
Valentine and Palestine
There were no valentines for the kids in palestine no v-cards no valentines day there were no candy hearts for the old decripit ones no candy no cinnamon buns all you little boys and girls we’ll give you all our candy pearls pearls pearls pearls pearls pearls we’ll give you candy pearls where has all the candy gone? candy candy candy where has all the love gone? Pernah dengar lagu dari lirik di atas? Nggak usah minder kalo belum, karena lagu ini memang bukan major label alias indie. Genrenya juga abstrak, bukan termasuk pop, rock, rap apalagi dangdut. Bahkan si penyanyi yaitu Tishomingo juga nggak jelas asal usulnya. Suaranya pun sangat cempreng dan nggak asik untuk didengar. Tapi at least, kita jadi tahu apa yang dia mau dari lirik lagu ciptaannya ini. Ia masih mau peduli dengan nasib jutaan manusia di Palestina, yang bagi zionis Israel dengan dukungan Amerika ingin dimusnahkan hingga akar-akarnya. Gimana nggak, bila bayi merah pun mereka bunuh dengan tangan dingin. Terlepas dari sejarah asal-usul Valentine, hari ini diyakini oleh banyak orang sebagai hari kasih sayang. Hari yang penuh dengan permen, coklat, boneka, benda-benda berbentuk hati, dan warna pink. Budaya yang awal mulanya dari Italia dan kemudian dikomersilkan oleh Amerika ini semakin mendunia. Negeri-negeri muslim termasuk Indonesia pun jadi latah ikut-ikutan. Seakan-akan bila belum ikut merayakan hari Valentine, hidup serasa kurang pas, nggak gaul dan siap dicap kuno. Amerika, Eropa dan banyak negeri muslim pun jejingkrakan merayakan Valentine. Memang sih ada beberapa orang yang merayakannya dengan syahdu tapi tetep aja ujung-ujungnya juga mengarah ke gaul bebas dan konsumerisme. Terus, apa dong hubungan antara hari Valentine dengan Palestine terutama Gaza yang awal tahun ini diserang selama 22 hari nonstop itu? Ikuti yuk, biar paham. Valentine, Palestine Wah…apa hubungannya antara Palestina dengan hari Valentine? Secara langsung emang nggak ada hubungannya, tapi kalo dipaksa-paksain bisa juga yaitu dengan tujuan sekadar tahu seberapa buruk wajah Valentine dikaitkan dengan isu Palestina. Bulan Februari semua toko dan hampir semua pusat perbelanjaan menjajakan barang-barang berlabel hari kasih sayang. Nggak cuma Amerika sebagai lokomotif penjaja budaya ini, tapi termasuk Indonesia dan banyak negeri muslim lainnya rela menjadi gerbong kayak sapi ompong yang ikut-ikutan merayakannya. Lagu di atas ditulis oleh anak muda yang peduli tentang nasib bangsa Palestina. Dikaitkan dengan Valentine yang katanya hari kasih sayang, fenomena ini sangat jauh dari perlakuan dunia terhadap masalah Palestina. Nah, karena perayaan Valentine ini masih dekat dengan luka Gaza sejumlah 1300 nyawa lebih dibantai Zionis atas izin Amerika, maka kita patut untuk mengaitkannya dan melihat kebobrokannya. Lagu di atas tuh kurang lebih terjemahan bebasnya gini neh: kalo emang Valentine itu hari kasih sayang, trus kemana rasa cinta itu pergi bila sudah kena masalah Palestina? Nah, bahkan anak muda yang nulis lirik ini aja punya kesadaran kemanusiaan tinggi kayak gini, gimana dengan kamu-kamu yang masih aja merayakan Valentine di saat sodara-sodara kita dibantai? Lagu ini sebetulnya nyentil banget untuk melihat betapa bopengnya wajah peradaban Barat yang suka bersembunyi atas nama cinta dan kasih sayang. Ketika Israel penjajah dihujani roket dari wilayah Gaza aja, mereka teriak-teriak seakan dunia runtuh. Padahal para zionis itulah yang datang tak diundang untuk merampok wilayah Palestina. Namun ketika Penduduk Palestina mempertahankan diri, eh…malah dibilang teroris dan dibantai. 1300 jiwa melayang dengan mayoritas anak-anak dan wanita jadi korban. Namun apa kata pemerintah Amerika dan PBB yang katanya badan perdamaian? Mereka sepakat mendukung Israel dan meneruskan pembantaian atas rakyat Gaza. Kedua pemerintah negara ini memang saling bantu dalam hal melemahkan kaum muslimin dari segala aspeknya, terutama dari segi budaya. Bahkan, bila ditelusuri, ternyata negeri penjajah semacam Israel pun, mempunyai tradisi yang tak jauh beda dengan perayaan Valentine ala Barat. Kita tak perlu heran Israel ikut-ikutan perayaan Valentine ini karena bukankah yang mempunyai ide adalah Israel besar? (baca: Amerika= Israel besar, Israel= Amerika kecil). Valentine ala Yahudi Hadirnya hari Valentine, tidak begitu asing bagi komunitas Yahudi terutama dalam lingkup negara yang dirampas dari Palestina, yaitu Israel. Hari tersebut disebut Tu B’Av yang artinya adalah tanggal lima belas bulan Av (bulan orang Yahudi), kira-kira kalau dalam penanggalan masehi, tanggal ini jatuh sekitar akhir bulan Juli. Tu B’Av ini adalah hari untuk merayakan cinta bagi orang Yahudi yang kurang lebih seperti hari Valentine. Para gadis yang dalam agama Yahudi begitu banyak larangan untuk bergaul dengan lawan jenis, pada Tu B’Av mereka keluar rumah dan memakai baju putih hasil dari meminjam serta berdansa-dansi di kebun anggur. Mereka berdansa untuk menarik lawan jenis dengan mengucapkan kata-kata “Hai para pemuda, bukalah mata kalian dan lihatlah kami. Pilihlah kami sebagai pasanganmu.” Tak jauh beda dengan Valentine, mereka pun saling memberi bunga, permen, coklat, boneka, dan benda-benda lainnya dengan bentuk hati. Kapitalisme pun mengintip dan dimanfaatkanlah momen ini untuk meraup untung sebanyak mungkin dengan persewaan hotel, restoran dirancang dengan romantis dan lain sebagainya. Bahkan tradisi berpakaian putih itu pun ditinggalkan dan diganti dengan kaos nanggung yang (maaf) kelihatan pusarnya. Jadilah ajang ini tempat untuk melampiaskan nafsu dengan berzina atas nama hari kasih sayang. So, bila Valentine yang notebene berasal dari budaya Romawi yang dipoles oleh budaya Kristiani lalu nyambung dengan budaya Yahudi, kita nggak perlu heran. Mereka tidak mengenal dosa, karena bagi mereka yang penting hidup ini having fun. Surga neraka itu urusan belakangan. Sangat khas sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) yang itu bertentangan dengan Islam. Yang pantas kita herankan adalah apabila ada kaum muslimin yang masih mau turut serta berpartisipasi dalam ajang yang jelas-jelas maksiat ini. Tengoklah Palestina Dari uraian di atas, marilah kita tengok Palestina yang baru saja dihancur-leburkan oleh Israel laknatullah. Nyambung nggak sih kasih sayang yang mereka gembar-gemborkan itu dengan kenyataan? Ada yang nggak nyambung dengan teori mereka tentang cinta dan kasih sayang bila dikaitkan dengan fakta pembunuhan keji anak-anak dan wanita atas nama memerangi terorisme. Teori mereka basi. Masa iya sih yang kayak begini masih aja kalian percaya untuk mengikuti yang namanya Valentine atau apa pun dengan menyalahgunakan cinta dan kasih sayang? Di saat anak-anak dan remaja Palestina hidup di pengungsian tanpa rumah, tanpa makanan, tanpa selimut di musim dingin, masa iya kamu tega menghamburkan uangmu untuk sekedar candle light dinner dengan sang pacar? Ketika tiap saat hidup mereka terancam bom kimia Israel yang membuat mereka cacat seumur hidup dan merasakan sakit tak tertahankan, masih kamu tega befoya-foya dan berpesta atas nama hari kasih sayang? Coklat, permen dan boneka yang merupakan bagian dari dunia anak-anak adalah barang mahal untuk dinikmati. Ketapel dan batu adalah mainan dan senjata bagi anak-anak dan remaja Palestina untuk melawan Israel yang diperlengkapi dengan senjata modern sokongan dari Amerika. Bila ingin belajar cinta dan kasih sayang, layangkan pandanganmu ke tempat konflik ini. Seorang ibu yang rela melepas putra tersayangnya untuk berjihad demi cinta kepada Allah dan rasulNya. Seorang pengantin baru yang rela meninggalkan istri demi seruan jihad melawan Israel. Seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan usia 10 tahun menggendong adiknya yang balita dengan sayang karena orang tuanya sudah syahid. Lalu, bentuk cinta yang seperti apa lagi yang kita inginkan? Kita memang beda Menjadi seorang muslim itu berbeda. Kita tidak butuh cinta semu berbalut nafsu atas nama maksiat. Kita butuh bukti bukan janji. Kita tidak butuh slogan-slogan cinta bila faktanya tak ada. Cinta dan kasih sayang yang diobral dalam acara bertajuk Valentine, ibarat baju yang diobral seribu tiga. Cinta dan kasih sayang itu jadi murahan dan kehilangan nilai serta rasanya. Nggak asik, gitu lho. Cinta dalam Islam diperlakukan dengan agung. Cara memperoleh pasangan juga sudah diatur sedemikian rupa agar tidak melanggar harkat dan martabat manusia sebagai manusia. Harga diri masing-masing individu juga dijaga, bukan untuk diobral dengan genit sambil berdansa-dansi. Memberi coklat, bunga, dan kado pun boleh untuk mempererat ukhuwah dan selama tidak menimbulkan fitnah. Apalagi dalam kehidupan suami istri, wah…sangat dianjurkan itu. Tidak ikut-ikutan acara Valentine bukan berarti kuno. Kuno atau tidaknya seseorang itu bukan dilihat dari ikutan ajang maksiat tersebut atau tidak. Tapi kuno tidaknya seseorang itu dilihat dari pola pikir dan perilakunya. Israel itu kuno, karena beraninya cuma bila didukung Amerika di persenjataan dalam melawan perlawanan Palestine. Israel itu kuno dan kejam karena beraninya cuma membunuh anak-anak dan wanita. Israel itu kuno ketika ia tidak berani face to face dalam bertempur dengan musuhnya. Jadi semua tentang zionis Israel itu kuno, kejam dan tak berperikemanusiaan. Masa iya, udah tahu begini kamu masih mau ikut-ikutan? Tidak mem-beo acara Valentine bukan berarti anti Barat. Hal-hal yang bersifat netral dan tidak merusak akidah, bisa kita terima dengan tangan terbuka. Misalnya saja teknologi seperti komputer, pesawat terbang bahkan belajar bahasa Inggris. Itu sah-sah aja kok untuk dipelajari dan dimanfaatkan bagi kemaslahatan manusia. Tapi bila sudah pada tataran pemikiran dan peradaban semisal perayaan Valentine, natalan, demokrasi, hedonisme, permisifisme (paham serba boleh), atau isme lainnya, wah…nanti dulu. Seorang muslim itu punya prinsip. Dia tidak akan pernah terombang-ambing oleh serbuan budaya yang nggak jelas asal-usulnya. Yang nggak jelas aja nggak mau apalagi yang jelas-jelas bukan budaya Islam dan tujuannya adalah merusak generasi muda muslim semisal Valentine’s Day ini. Jadi mulai saat ini, detik ini, tanamkan dalam diri kamu bahwa Valentine’s Day NO, tapi Islam YES, okay? Siippp deh! (buletingaul) |
09 Februari 2009
Balada Mahasiswa Desain interior Perantauan yang Pas-pasan
Ini dia.....kisah seorang mahasiswa....
menjelang detik2 pengumpulan tugas.... yang paling menentukan....
sudah hampir seminggu saya sibuk berkutat di kamar...
menyelesaikan lembaran2 porto yang bergeletakkan di lantai...
yap mau gak mau soalnya meja gambar saya adalah karton 3 mili disangga keramik putih 30 cm x 30 cm... alias saya ngampar di lantai...
sedih juga rasanya
sedikit mengabaikan amanah dakwah kampus
hum.... anak2 di sekre pada nyadar gak ya seorang Oryza sudah lama tidak nangkring di sekre KMi,.. afwan ya akh, ukh....saya juga merasa berdosa, tidak bisa me manage waktu dengan baik,.... amanah2 dakwah terbengkalai untuk sesaat,...
kembali ke kamar Oryza....
menjelang h-3,... saya yakin dibalik kesulitan pasti ada kemudahan...
teman kosan saya si Nia udah pulang dari kampung halamannya,... dengan sukacita dia ngebantuin saya bikin maket,... makasi ya Nia...... untung aja dirimu anak desain juga,.. jadi rada2 ngerti tentang tugas ku ini,.. huehehehe
Saya pun semakin yakin di balik kesulitan pasti ada kemudahan,
di H-2,.. saya semaik galau, porto belum beres, maket masih berantakan, tiba2 sahabat saya meng sms, dirinya lagi iseng2 ke sekre,... hum.... ya udah mending juga ke kosan bantuin saya bikin maket, kata saya sambil bercanda...
tiba2 di sore yang indah itu.... seseorang mengetuk kamar saya,... huaaa...seperti malaikat saja si Sofi beneran mampir ke kosanku,.. akhirnya sore itu maket saya dibantu oleh anak Desain Produk yang karya Desainnya mau diajuin ke HAKI,... syukron jiddan ukhti.... di masa2 saya lagi kangen sahabat2 seprejuangan,... dirimu pun datang, senang rasanya....kita ngerjain maket sambil cerita2...... tentang KMI, tentang mimpi kita,,... hueeeeheee
Saya benar2 yakin di balik kesulitan pasti ada kemudahan,
H-1,.. saya semakin galau,... porto belom di render,..... iseng2 sms adik kelas saya yang jago banget ngerender buat maen ke kosan saya,... eh gak taunya beneran, adik menteeku itu mau juga mampir ke kosan, ngebantuin ngerender!!! akhirnya, saya pun banyak belajar darinya.... makasih Ratih,....
dan hari H tiba,.... dengan segala jerih payah,... berjuang membereskan porto dan maket,,.... jam 13.oo saatnya pengumpulan poro. Nah sekarang saya bingung gimana caranya bawa dua barang berat ini sekaligus,..masa mau bolak balik kosan kamous 2 kali,... hum... lumayan juga, porto 60 x 80 cm yang berlembar2 itu belum di ring lagi,...dan sekali lagi saya katakan di balik kesulitan pasti ada kemudahan, si ratih dengan sukarela mau nganterin saya pake motornya,.... duhai adikku,....arigato so much,....
Yah,... di tengah kondisi keuangan yang pas - pasan,.... saya pun akhirnya berhasil membereskan proyek 6 sks saya,....maket saya gak kalah ok kok sama yang pesen sama orang (huehe... narsis), yah walo bukan dalam kondisi yang terbaik, tapi sudah berusaha semaksimal mungkin
. Semoga Allah memberikan yang terbaik..
Dan sore itu
hujan pun mengguyur Bandung....
di bawah guyuran hujan,,... saya berjalan tenang,,... setenang hati saya saat ini.....untuk sesaat saya pun lega.,,... oh Oryza.... saatnya kembali ke medan dakwah !! umat menunggumu !! bisikan itu terlintas dalam desiran angin di balik rintiknya hujan....menyadarkan saya seketika!!!.
26 Januari 2009
3 Langkah Menjadi Manusia Terbaik
dakwatuna.com - Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.
Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.
Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.
Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.
Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.
Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.
Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih. Tidak punya vested interes.
Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?
Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya. Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.
Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.
Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.
Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt. Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.
Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita. Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.
Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.
Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.
Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seoran sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.
Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita. Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.
Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.
Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.
Mudah-muhan yang sedikit ini bisa menginspirasi.
25 Januari 2009
Suatu Hari Saat Menunggu...
Dan siang itu...
di depan kampus Itenas tercinta,
saya duduk dekat pos satpam, sambil menunggu dua teman saya... rencananya kita mau survey ke Suniaraja buat bikin lampu,..iya lampu, tepatnya buat kuliah Sistem Tata Cahaya, semoga aja lampu saya berhasil menjadi sebuah karya komersil dan orisinil, hueheeh
Lama nian, saya pun iseng menggunting - gunting artikel Palestina yang rencananya mau diterbitin di mading2 jurusan. Tak lama kemudian,... seorang bapak2 menghampiri saya,..
"Mbak boleh ganggu sebentar", deg.. saya kaget luar biasa gunting pun melayang jatuh ke permukaan tanah (nggak ding hiperbolis aja nih). Saya yang waspada setiap saat pun kali ini mesti waspada, khawatir orang di depan saya sekarang sedang ingin menipu saya, hum.... Oryza bukan orang yang mudah tertipu.
"Maaf mbak minta waktunya sebentar, boleh ?" orang itu dengan logat jawanya duduk di samping saya, "O.. boleh Pak". Kalo nih bapak macem2 saya tinggal teriak aja ke pak satpam.
"Begini mbak, saya dari wartawan Sindo...." Deg,.. bo'oong banget, ada wartawan ngajak ngobrol saya !! saya mulai berpikir yang enggak2..
"Saya mau minta pendapat Mbak, tentang alokasi 20 % untuk pendidikan pada APBD Jabar,..." .
Hahaa... dalam hati, saya baru tau Jabar mengalokasikan dana 20 % dari total APBD untuk pendidikan,.."jadi menurut Mbak sebagai mahasiswa bagaimana ?"
Gaswat,... tau apa saya tentang masalah ini, selama ini saya sering baca koran gak pernah dibahas masalah ginian, apa sayanya yang kelewat kuper ya..."Ng...ng...." saya mulai men-search segala daya intelekualitas yang dimiliki......
"Memang yang taun kemarin berapa yang dianggarkan Pak?" saya mulai sok nanya,...
"yang pasti tidak sebesar tahun ini...". Hm... saya mulai beranalisa,... entahlah tiba2 omongan saya jadi mengalir begitu saja, saya juga cerita tentang profesi ibu saya yang menjadi guru, dan pengorbanannya demi pendidikan, (thanx mom), habis yah... itu yang sebatas saya tau, ..
"Yah... intinya Pak, segala sesuatunya harus transparan !!! pemerintah mesti transparan terhadap dana yang dikeluarkan, karena itu menyangkut amanah untuk rakyat, untuk pendidikan, untuk generasi bangsa kita!!!" tampaknya bola2 api sedang terpancar di mata saya saat itu. (huehehe)
Lalu wartawan yang di tangannya memegang notes yang tidak akan pernah bisa saya baca tulisan latinnya itu mengambil foto saya, (haduh berasa orang penting). Wawancara pun terus berjalan dengan perasaan saya yang deg2an terus perihal takut salah ngomong.
"terima kasih atas waktunya mbak, wawancara ini akan dimuat besok dan akan digabungkan dengan tanggapan mahasiswa dari kampus lain".
Saya hanya bisa tersenyum di kulum.... bapak itu pun pergi..... Fiuh......
Hmh,.... baiklah, di siang itu.... seorang saya sedang membawa nama baik mahasiswa Itenas tentang pendapatnya mengenai suatu permasalahan di kota Bandung....
dan... dari sini terbuktilah, daya intelektualitas seorang mahasiswa diuji.
Saya kapok,.............................. jadi orang kuper,.....hikmahnya saya jadi mesti banyak melahap ilmu lagi,... ya segala ilmu dan pengetahuan.....................................karena toh, siapa tau, kejadian ini akan terulang lagi,...hmh... hal kecil yang sangat berarti dan jadi pelajaran buat saya.
di depan kampus Itenas tercinta,
saya duduk dekat pos satpam, sambil menunggu dua teman saya... rencananya kita mau survey ke Suniaraja buat bikin lampu,..iya lampu, tepatnya buat kuliah Sistem Tata Cahaya, semoga aja lampu saya berhasil menjadi sebuah karya komersil dan orisinil, hueheeh
Lama nian, saya pun iseng menggunting - gunting artikel Palestina yang rencananya mau diterbitin di mading2 jurusan. Tak lama kemudian,... seorang bapak2 menghampiri saya,..
"Mbak boleh ganggu sebentar", deg.. saya kaget luar biasa gunting pun melayang jatuh ke permukaan tanah (nggak ding hiperbolis aja nih). Saya yang waspada setiap saat pun kali ini mesti waspada, khawatir orang di depan saya sekarang sedang ingin menipu saya, hum.... Oryza bukan orang yang mudah tertipu.
"Maaf mbak minta waktunya sebentar, boleh ?" orang itu dengan logat jawanya duduk di samping saya, "O.. boleh Pak". Kalo nih bapak macem2 saya tinggal teriak aja ke pak satpam.
"Begini mbak, saya dari wartawan Sindo...." Deg,.. bo'oong banget, ada wartawan ngajak ngobrol saya !! saya mulai berpikir yang enggak2..
"Saya mau minta pendapat Mbak, tentang alokasi 20 % untuk pendidikan pada APBD Jabar,..." .
Hahaa... dalam hati, saya baru tau Jabar mengalokasikan dana 20 % dari total APBD untuk pendidikan,.."jadi menurut Mbak sebagai mahasiswa bagaimana ?"
Gaswat,... tau apa saya tentang masalah ini, selama ini saya sering baca koran gak pernah dibahas masalah ginian, apa sayanya yang kelewat kuper ya..."Ng...ng...." saya mulai men-search segala daya intelekualitas yang dimiliki......
"Memang yang taun kemarin berapa yang dianggarkan Pak?" saya mulai sok nanya,...
"yang pasti tidak sebesar tahun ini...". Hm... saya mulai beranalisa,... entahlah tiba2 omongan saya jadi mengalir begitu saja, saya juga cerita tentang profesi ibu saya yang menjadi guru, dan pengorbanannya demi pendidikan, (thanx mom), habis yah... itu yang sebatas saya tau, ..
"Yah... intinya Pak, segala sesuatunya harus transparan !!! pemerintah mesti transparan terhadap dana yang dikeluarkan, karena itu menyangkut amanah untuk rakyat, untuk pendidikan, untuk generasi bangsa kita!!!" tampaknya bola2 api sedang terpancar di mata saya saat itu. (huehehe)
Lalu wartawan yang di tangannya memegang notes yang tidak akan pernah bisa saya baca tulisan latinnya itu mengambil foto saya, (haduh berasa orang penting). Wawancara pun terus berjalan dengan perasaan saya yang deg2an terus perihal takut salah ngomong.
"terima kasih atas waktunya mbak, wawancara ini akan dimuat besok dan akan digabungkan dengan tanggapan mahasiswa dari kampus lain".
Saya hanya bisa tersenyum di kulum.... bapak itu pun pergi..... Fiuh......
Hmh,.... baiklah, di siang itu.... seorang saya sedang membawa nama baik mahasiswa Itenas tentang pendapatnya mengenai suatu permasalahan di kota Bandung....
dan... dari sini terbuktilah, daya intelektualitas seorang mahasiswa diuji.
Saya kapok,.............................. jadi orang kuper,.....hikmahnya saya jadi mesti banyak melahap ilmu lagi,... ya segala ilmu dan pengetahuan.....................................karena toh, siapa tau, kejadian ini akan terulang lagi,...hmh... hal kecil yang sangat berarti dan jadi pelajaran buat saya.
Langganan:
Postingan (Atom)